Sabtu, 19 Maret 2011

3 hati 2 Dunia 1 Cinta

Film 3 hati 1 dunia 1 cinta merupakan film yang sangat menarik dibandingkan film lainnya. ini dikarenakn tema film 3 hati 2 dunia 1 cinta berbeda dengan film lainnya yang sedang menjamur di Indonesia yang didominasi oleh film horror maupun film komedi yang bersifat tidak mendidik dan ada unsur vulgar. Film 3 hati 2 dunia 1 cinta ini diangkat novel Dwilogi karya Ben Sohib, “The Da Peci Code “dan “Balada Rosyid dan Delia”.
Film ini menceritakan tentang Rosyid seorang anak keturunan arab yang menggemari budayawan/sastrawan W.S Rendra dan dia berambut kribo. Rosyid berbeda persepsi dengan bapaknya yang menggap bahwa orang beragama harus memakai baju koko putih dan peci putih tetapi Rosyid menganggap bahwa itu hanya warisan leluhur saja dan bukan tanda yang beragama.
Permasalahan bermulai ketika Rosyid berteman dekat dengan Delia yang beragama Katholik. Keyakinan yang berbeda membuat pertemanan ini menjadi rumit, di antara mereka sudah terjalin hubungan melebihi pertemanan. Mereka sebenarnya sudah menerima dengan perbedaan ini dengan dibuktikan mereka silih berganti mengantar untuk beribadah. Ketika orang tua mereka mengetahui kedekatan mereka orang tua Rosyid mencari calon istri untuk Rosyid sedangkan orang tua Delia menyekolahkan delia ke Amerika.
Di film ini diperlihatkan masyrakat yang kurang peduli dengan sastra, bagaimana proses menghormati perbedaan keyakinan dan selain itu film ini juga mempertegas bahwa masyrakat kita akan mudah menganggap sebuah aliran sesat jika bersimpangan dari suatu yang mayoritas.
Cinta tak mengenal tingkat sosial, budaya, maupun ras. Perbedaan dalam cinta akan memberi warna tersendiri dalam perjalan sebuah percintaan .
Puisi dalam film ini karya W.S Rendra mempercantik setiap adegan dan membawa kita ke dalam sebuah renungan akan indahnya sebuah kehidupan. Selain itu mengubah persepsi kita khususnya saya bahwa puisi itu tidaklah membosankan seperti pemikiran ku selama ini.
Akhir film ini ditutup dengan sebuah tarian antara Rosyid dan Delia. Dan mereka menjawab tentang menyikapi kehidupan di dunia ini .

Rabu, 02 Maret 2011

Bodoh Tapi Pintar

Ada sesuatu yang menarik, ketika surfing di internet alih-alih ingin menambah wawasan dengan membaca artikel-artikel dari para senior pendidikan, pakar pendidikan, pengalaman siswa dan guru dari berbagai daerah dan berbagai macam berita dari berita politik, kriminal sampai infotainment (maklum saya tidak ingin diklaim sebagai ‘orang kuper’).
 
Sampai pada akhirnya saya terenyuh dengan artikel Jack Febrian, seorang dosen dan praktisi Teknologi Informasi di Bandung yang menuliskan tentang orang bodoh yang ternyata adalah orang pintar yang sesungguhya. Aneh? Bingung? Lucu? Itulah kesan saya ketika membaca artikel itu. Kira-kira anda termasuk kategori yang mana ya? Coba kita telaah beberapa statemen ringan dari artikel tersebut:
 
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
 
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
 
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
 
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
 
Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH) oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
 
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
 
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
 
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
 
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
 
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
 
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
 
education corner ..