Selasa, 07 Juni 2011

LENIN SANG REVOLUSIONER


Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin (1870-1924) seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Lahir di Simbirsk (kini ganti jadi Ulyanovsk untuk menghormatinya) pada tahun 1870.

Ayahnya seorang pegawai negeri yang patuh tetapi kakaknya Alexander adalah seorang radikal yang dijatuhi hukuman mati karena ambil bagian dalam komplotan untuk membunuh Tsar. Pada umur dua puluh tiga tahun, Lenin sudah menjadi seorang Marxis sejati. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu ia dibuang ke Siberia.

Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia menikah dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku "Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia". Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Ketika Lenin menjadi anggota Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia, partai tersebut pecah menjadi dua bagian dan Lenin menjadi pimpinan pecahan yang lebih besar, Bolsheviks.

Perang Dunia I membuka peluang besar bagi Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917. Dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. 

Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin dengan cepat kembali ke Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan segera dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis -walau sudah mendirikan pemerintahan sementara- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik untuk partai Komunis yang memiliki pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan, walaupun anggotanya masih sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan menggulingkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis.

Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin untuk bersembunyi sementara waktu. Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru.

Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis. Ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.

Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 tentu Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoleum di Lapangan Merah hingga saat ini.

Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.

Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis, Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada hal apa pun dalam hubungan perjuangan kelas yang dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya.

Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan hal itu. Misalnya ucapannya: "Diktator proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut."

Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.

Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun. Dia seorang yang ternama dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya, biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi. (ahdoy)

KOMUNIS ADALAH SEBUAH IDEOLOGI

Komunis adalah sebuah ideologi. bukan keyakinan. salah besar jika anda menganggap bahwa komunisme adalah sebuah ideologi yang sesat karna tidak ada hubungannya sama sekali. saya selalu kesal ketika guru sejarah saya waktu di SMP menjelaskan bahwa komunis itu sebuah pergerakan yang menolak adanya tuhan! komunisme adalah sebuah ideologi untuk menjalankan kepemerintahan sebuah negara. terlepas dari kepentingan-kepentingan agama (hanya saja ada beberapa oknum PKI yang mencampur adukkan keduanya)

hampir semua buku-buku disekolah menganggap bahwa komunisme identik dengan Atheisme (golongan orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan) itu adalah upaya pemerintah agar generasi penerusnya tidak mengenal kesejatian komunisme.

komunis bukan suatu organisasi yang harus di perangi. sebelum anda memusnahkan ataupun memponeis suatu organisasi alangkah baiknya anda mempelajari alur perjalanan organisasi tersebut.saya menjadi ingat dengan ucapan seseorang tokoh filsafat yang mengatakan jangan pernah berbicara tentang sesuatu kalau anda sendiri tidak memahami sesuatu itu.

Kolaborasi Agama dan Politik merupaka suatu yg membahayakan

Komunis mengakui adanya tuhan

Komunisme di dasari atas ajaran Karl marx. ia seorang atheisme (seseorang yang tidak mengakui adanya tuhan). dia beranggapan bahwa semua yang ada di dunia ini tercipta dengan sendirinya. itulah kekurangan yang paling mendasar darinya, sehingga pemikirannya banyak yang menentang.

Tentu saya tidak perlu mejelaskan atau membuktikan bahwa tuhan itu ada. karna semua orang sebenarnya percaya bahwa tuhan itu ada. seorang atheisme saja jika dalam keadaan terdesak atau ada sesuatu yang mengancam keselamatan dirinya, ia pasti secara trefleks akan mengingat dan memohon perlidungan dari tuhan.

hidup adalah sebuah pilihan. ya, tugas kita di dunia ini hanya memilah dan memilih, mana yang benar dan mana yang salah. mana yang harus di ikuti dan mana yang harus di jauhi.
pemikiran karl marx memang salah. tapi itu tidak semuanya. dia seseorang yang peduli terhadap nasip orang-orang miskin. dia menciptakan sebuah paham yang dikenal dengan Marxisme. Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum sementara hasil keringat mereka dinikmati oleh kaum kapitalis. Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya. Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan. Itulah sisi positif dari pemikiran Karl marx yang ahirnya menjadi dasar komunisme.

"sesuatu yang keluar dari anus ayam tapi itu adalah telur. ambillah. tapi jika yang keluar dari anus ayam itu adalah kotoran. maka jangan diambil"

meski diucapkan oleh siapapun, jika itu baik. ikutilah. tapi jika itu buruk. jauhi. meski itu diucapkan oleh ibumu sekalipun.

Tidak ada kekerasan dalam komunisme

Komunisme memang selalu identik dengan kekerasan. itulah yang menyebabkan rakyat indonesia enggan untuk mempelajari lebih jauh ideologi ini.Sejatinya dalam komunisme sama sekali tidak ada kekerasan. Karl marx sebagai pencetus ideologi ini sama sekali tidak mengajarkan adanya kekerasan dalam membangun sebuah negara sosial komunis.

Lalu siapa yang membuat uni soviet (rusia) dan orang-orang PKI dahulu menjadikan komunisme dengan penuh dengan kekerasan dan kediktatoran? dia adalahLenin. seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab atas berdirinya komunisme di Rusia. dia penganut setia ajaran Karl marx. lenin meletakkan dasar politik yang hanya bsa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. begitu cepatnya ia menyebar komunisme keseluruh penjuru dunia. dia di akui sebagai seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Lenin seorang yang gigih memperjuangkan komunisme. pandai membaca situasi. dan tak gampang menyerah. berkat segala usahanya itulah dia ahirnya mampu menggulingkan kepemerintahan Rusia yang saat itu menganut sistem kapitalisme. ia pun diangkat sebagai kepala negara baru.

sebagai kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi dilainpihak dia amat pragmatis. awalnya dia anjurkan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya berdasarkan sosialisme sepenuhnya. pemikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Karl marx. tetapi ada perubahan tekanan. dia tidak henti-hentinya menekan penggunaan kekerasan "tak ada masalah apapun dalam perjuangan kelas dapat diselesaikan tanpa kekerasan" begitulah ungkapannya

Tentu saja cara berfikir Lenin ini mempengaruhi orang-orang penganut komunisme di seluruh dunia (tak terkecuali di indonesia) menghiasi komunisme dengan kekerasan. Lihat saja para PKI dijaman dahulu. selalu saja menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan misinya. tidak segan-segan untuk membunuh siapa saja yang dianggap menjadi penghalang. sungguh sebuah tindakan bodoh. Komunis tak seperti itu!

Jumat, 03 Juni 2011

Sejarah Manifesto Komunis


MANIFESTO Partai Komunis (bahasa Jerman: Manifest der Kommunistischen Partei), atau yang juga disebut sebagai Manifesto Komunis, pertama kali diproklamasikan pada 21 Februari 1848 di London, Inggris. Manifesto Komunis adalah suatu manifesto tertulis yang disusun oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, dua guru besar dalam ilmu Sosialisme dan pemimpin pergerakan kaum buruh modern. Namun, Friedrich Engels dalam kata pengantar Manifesto edisi tahun 1883 menyatakan bahwa manifesto ini adalah hasil karya Karl Marx semata walaupun namanya tercantum di sampul sebagai pengarang bersama Karl Marx. Manuskrip Manifesto ini dikirimkan ke percetakan di London bulan Januari 1848, beberapa minggu sebelum meletus Revolusi Perancis tanggal 24 Februari 1848. Manuskripnya ditulis dalam bahasa Jerman yang kemudian terjemahannya segera diterbitkan dalam bahasa Inggris, Perancis, Denmark, Polandia dan bahasa-bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia.

Manifesto Komunis adalah salah satu traktat politik yang paling berpengaruh di dunia. Awalnya ditujukan sebagai dasar pergerakan bagi Liga Komunis. Isi manifesto pada dasarnya ialah menganjurkan kaum proletar (kelas buruh) agar mengadakan revolusi untuk menghapuskan tatanan sosial yang borjuis yang nantinya akan menghapus perbedaan kelas dan negara, dan penghapusan milik pribadi. 

Isi Manifesto 
Manifesto Komunis dibagi dalam tiga bagian, yaitu: pendahuluan/pembukaan, tiga isi substantif atau penjelasan, dan penutup/kesimpulan. 

Pembukaan/Pendahuluan 

Isi pembukaan/pendahuluan diawali dengan penganalogian komunisme sebagai “hantu”. Selanjutnya dikatakan bahwa gerakan komunisme di Eropa ditakuti, dan bukan dipahami, jadi sebaiknya komunismengemukakan pandangan mereka yang dinyatakan secara tertulis dalam sebuah manifesto. 


Ada hantu berkeliaran di Eropa—hantu Komunisme. Semua kekuatan Eropa lama seperti Paus dan Tsar, Metternich dan Guizot, kaum Radikal Perancis dan mata-mata polisi Jerman telah menyatukan diri dalam suatu persekutuan keramat untuk mengusir hantu ini: 

Di manakah ada partai oposisi yang tidak dicaci sebagai Komunis oleh lawan-lawannya yang sedang berkuasa? Di manakah ada partai oposisi yang tidak melontarkan kembali cap tuduhan Komunisme, baik kepada partai-partai oposisi yang lebih maju maupun kepada lawan-lawannya yang reaksioner?

I. Kaum Borjuis dan kaum proletar 

Di poin awal ini, Marx, menyatakan bahwa:

Sejarah terbentuknya masyarakat dari awal hingga saat ini adalah sejarah perjuangan kelas. 
Orang merdeka dan budak, bangsawan dan rakyat jelata, tuan dan pembantu, tuan tanah dan pengelana, pendeknya: penindas dan yang tertindas, senantiasa ada dalam pertentangan satu dengan yang lain, melakukan perjuangan yang tiada putus-putusnya, kadang-kadang dengan tersembunyi, kadang-kadang dengan terang-terangan. Suatu keniscayaan perjuangan yang selalu akan berakhir dengan penyusunan kembali tatanan masyarakat secara umum maupun hancurnya kelas-kelas yang bermusuhan.
Selanjutnya dikatakan bahwa perjuangan kelas di bawah sistem kapitalisme terjadi antara orang-orang yang memiliki alat produksi, para borjuis, dan para buruh yang bekerja mencari upah atau yang disebut dengan proletar. Marx dan Engels menganggap walaupun kaum borjuis telah memainkan peranan penting dalam menghapus feodalisme, kaum ini juga telah mengalami kemunduran karena telah menciptakan kontradiksi dalam sistem kapitalisme, yaitu antara kekuatan produksi dan hubungan produksi: 


Borjuasi, di mana saja ia sudah memperoleh kekuasaan, telah mengakhiri semua hubungan feodalisme, kekeluargaan dan keindahan. Ia dengan tak berbelas kasih telah merenggut putus pertalian-pertalian feodal yang beraneka ragam yang mengikat manusia pada "atasannya yang wajar", dan tidak meninggalkan ikatan lain antar manusia satu dengan lainnya selain daripada kepentingan sendiri semata, selain daripada "pembayaran tunai" yang kejam. Ia telah menghanyutkan getaran yang paling suci dari damba keagamaan, dari gairah keksatriaan,......... Ia telah menetapkan satu-satunya kebebasan yang tidak berdasarkan akal - Perdagangan Bebas. Pendek kata, penghisapan yang diselimuti dengan ilusi-ilusi keagamaan dan politik digantikan olehnya dengan penghisapan yang terang-terangan, tak kenal malu, langsung, dan ganas.......Borjuasi secara nyata telah merobek-robek selubung perasaan kekeluargaan, dan telah memerosotkannya menjadi hubungan-uang belaka. Segala yang padat hilang larut dalam udara, segala yang suci dinodai, dan pada akhirnya manusia terpaksa menghadapi dengan hati yang tenang semua kondisi hidupnya, semua hubungannya dengan sesamanya.
Bagaimanapun: 


Syarat terpokok untuk hidupnya, dan berkuasanya kelas borjuis, adalah terbentuknya dan bertambah besarnya kapital/modal; syarat untuk kapital ialah adanya kerja-upahan. Kerja-upahan akhirnya semata-mata hanya terjadi dalam persaingan di antara kaum buruh sendiri...... Oleh sebab itu, apa yang dihasilkan oleh borjuasi utamanya ialah liang kuburnya sendiri. Runtuhnya borjuasi dan menangnya proletariat adalah suatu keniscayaan yang tak dapat terelakkan lagi.

II. Kaum Proletar dan Komunis 

Poin kedua yang menerangkan tentang Proletariat dan Komunis, dimulai dengan menggarisbawahi hubungan antara komunis dan sisa kelas pekerja lainnya: 


Kaum Komunis bukan merupakan suatu partai tersendiri yang bertentangan dengan partai-partai kelas buruh lainnya. 
Mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan tersendiri dan terpisah dari kepentingan-kepentingan proletariat sebagai keseluruhan. 
Mereka tidak mengadakan prinsip-prinsip sendiri yang sektaris, yang hendak dijadikan pola bagi gerakan proletar. 
Kaum Komunis dibandingkan dengan partai-partai kelas buruh lainnya berbeda hanyalah karena hal ini: 
1. Di dalam perjuangan nasional dari kaum proletar di berbagai negeri, mereka menunjukkan serta mengedepankan kepentingan-kepentingan bersama dari seluruh proletariat, terlepas dari segala nasionalitet. 
2. Pada berbagai tingkat perkembangan yang harus dilalui oleh perjuangan kelas buruh melawan borjuasi, mereka senantiasa dan di mana saja mewakili kepentingan-kepentingan gerakan itu sebagai keseluruhan.
Bagian ini selanjutnya menerangkan tentang keutamaan-keutamaan sistem komunisme, antara lain: kaum komunis memperjuangkan adanya “cinta kasih” antara sesama manusia dan dalam komunitasnya sendiri komunis tidak mengeksploitasi buruh karena mereka tidak mengenal adanya sistem “rangsangan/insentif”. 

Bagian kedua ini kemudian diakhiri Marx dan Engels dengan menggarisbawahi sejumlah tuntutan jangka pendek kaum komunis, di antaranya: penghapusan kepemilikan tanah dan hak warisan, penetapan pajak progresif, penyetaraan pendidikan, sentralisasi sarana komunikasi dan transportasi oleh negara, dan perluasan sarana-sarana produksi yang dimiliki negara. Marx dan Engels meyakini jika semua tuntutan atau kebijakan ini telah diterapkan maka akan tercipta suatu keadaan masyarakat yang tak bernegara dan tak memiliki perbedaan kelas. 

Namun, pada bagian kedua ini ada satu paragraf pernyataan transisi yang hingga kini masih rancu: 


Apabila, dalam perjalanan perkembangannya, perbedaan-perbedaan kelas telah hilang, dan seluruh produksi telah dipusatkan ke dalam tangan suatu perserikatan luas dari seluruh bangsa, kekuasaan umum akan kehilangan watak politiknya. Kekuasaan politik, menurut arti kata yang sesungguhnya, hanyalah kekuasaan terorganisir dari suatu kelas untuk menindas kelas yang lain. Apabila proletariat dalam perjuangannya melawan borjuasi terpaksa, karena tekanan keadaan, mengorganisasi dirinya sebagai kelas, apabila, dengan jalan revolusi, ia menjadikan dirinya kelas yang berkuasa, dan, sebagai kelas yang berkuasa, menghapuskan semua keadaan produksi yang lama, maka ia selanjutnya, akan menghapus keberadaan antagonisme-antagonisme kelas dan kelas-kelas itu sendiri, dan dengan demikian pada akhirnya ia akan menghapuskan kekuasaannya sendiri sebagai kelas.
Paragraf ini adalah konsep transisi dari sosialisme ke komunisme. Konsep transisi inilah yang banyak diperdebatkan, baik itu sebelum maupun setelah era Soviet. Kaum Anarkis, Liberal, dan Konservatif semua mempertanyakan bagaimana bisa sebuah organisasi revolusioner yang kuat seperti itu bisa menghapuskan kekuasaannya sendiri. 

Berkaitan dengan perdebatan ini, Kaum Marxis (Leninis) telah membuat pemisahan yang jelas antara “sosialisme”, yaitu suatu komunitas yang diatur/diperintah oleh pekerja, dan “komunisme”, yaitu suatu komunitas masyarakat yang tanpa kelas. Walau bagaimanapun, karena Marx dan Engels tidak memaparkan dengan jelas mengenai proses transisi ini, keabsahan konsep pemisahan ini masih tetap rancu. 


10 Pernyataan Penting Manifesto Komunis: 

  1. Penghapusan hak milik berupa tanah dan penggunaan segala sewa tanah untuk anggaran Negara.
  2. Pajak penghasilan progresif yang berat.
  3. Penghapusan hak waris.
  4. Penyitaan milik semua emigran dan pemberontak.
  5. Pemusatan kredit di tangan Negara, dengan perantaraan sebuah bank nasional dengan kapital Negara dan monopoli penuh.
  6. Pemusatan alat-alat perhubungan dan pengangkutan ke dalam tangan Negara.
  7. Penambahan pabrik-pabrik dan perkakas-perkakas produksi yang dimiliki oleh Negara; penggarapan tanah-tanah terlantar, dan perbaikan tanah umumnya sesuai dengan rencana bersama.
  8. Wajib kerja yang sama untuk semua, pembentukan tentara-tentara industri, terutama untuk pertanian.
  9. Penggabungan antara perusahaan pertanian dengan perusahaan industri, penghapusan perbedaan antara kota dan desa secara berangsur-angsur, pembagian penduduk yang lebih seimbang ke seluruh negeri.
  10. Pendidikan gratis untuk semua anak di sekolah-sekolah umum; penghapusan kerja anak di pabrik. Perpaduan pendidikan dengan produksi materiil, dsb.

Menurut Manifesto Komunis, sepuluh pernyataan di atas adalah kondisi-kondisi umum yang harus terjadi sebelum terlaksananya transisi dari kapitalisme ke komunisme. 

III. Literatur Sosialis dan Komunis 

Bagian ketiga tentang Literatur Sosialis dan Komunis, menyatakan secara jelas perbedaan antara komunisme dan doktrin sosialis lain yang ada pada saat Manifesto ditulis. Di sini, Marx dan Engels mengkritisi keras sejumlah gagasan sosialis lain seperti: “sosialisme feodal”, "sosialisme borjuis-kecil", “sosialisme sejati”, dll. Akibatnya, sebagian besar doktrin yang ada dalam bagian ini diabaikan oleh banyak orang di akhir abad ke sembilanbelas.

Penutup/Kesimpulan 

IV. Posisi Kaum Komunis dalam hubungannya dengan berbagai partai oposisi lain 

Bagian penutup ini membahas secara singkat posisi kaum komunis dalam perjuangannya di berbagai negara. Paragraf kemudian ditutup dengan sebuah ajakan aksi:


Kaum Komunis tidak sudi menyembunyikan pandangan-pandangan dan cita-citanya. Mereka berteriak lantang mengatakan bahwa cita-citanya hanya dapat dicapai dengan cara membongkar/merubah segala kondisi sosial yang sedang berlaku. Biarkan kelas-kelas yang berkuasa gemetar menghadapi revolusi Komunis. Kaum proletar tidak akan kehilangan suatu apapun kecuali belenggu mereka. Mereka akan menguasai dunia. 

KAUM BURUH SEDUNIA, BERSATULAH!

Sabtu, 19 Maret 2011

3 hati 2 Dunia 1 Cinta

Film 3 hati 1 dunia 1 cinta merupakan film yang sangat menarik dibandingkan film lainnya. ini dikarenakn tema film 3 hati 2 dunia 1 cinta berbeda dengan film lainnya yang sedang menjamur di Indonesia yang didominasi oleh film horror maupun film komedi yang bersifat tidak mendidik dan ada unsur vulgar. Film 3 hati 2 dunia 1 cinta ini diangkat novel Dwilogi karya Ben Sohib, “The Da Peci Code “dan “Balada Rosyid dan Delia”.
Film ini menceritakan tentang Rosyid seorang anak keturunan arab yang menggemari budayawan/sastrawan W.S Rendra dan dia berambut kribo. Rosyid berbeda persepsi dengan bapaknya yang menggap bahwa orang beragama harus memakai baju koko putih dan peci putih tetapi Rosyid menganggap bahwa itu hanya warisan leluhur saja dan bukan tanda yang beragama.
Permasalahan bermulai ketika Rosyid berteman dekat dengan Delia yang beragama Katholik. Keyakinan yang berbeda membuat pertemanan ini menjadi rumit, di antara mereka sudah terjalin hubungan melebihi pertemanan. Mereka sebenarnya sudah menerima dengan perbedaan ini dengan dibuktikan mereka silih berganti mengantar untuk beribadah. Ketika orang tua mereka mengetahui kedekatan mereka orang tua Rosyid mencari calon istri untuk Rosyid sedangkan orang tua Delia menyekolahkan delia ke Amerika.
Di film ini diperlihatkan masyrakat yang kurang peduli dengan sastra, bagaimana proses menghormati perbedaan keyakinan dan selain itu film ini juga mempertegas bahwa masyrakat kita akan mudah menganggap sebuah aliran sesat jika bersimpangan dari suatu yang mayoritas.
Cinta tak mengenal tingkat sosial, budaya, maupun ras. Perbedaan dalam cinta akan memberi warna tersendiri dalam perjalan sebuah percintaan .
Puisi dalam film ini karya W.S Rendra mempercantik setiap adegan dan membawa kita ke dalam sebuah renungan akan indahnya sebuah kehidupan. Selain itu mengubah persepsi kita khususnya saya bahwa puisi itu tidaklah membosankan seperti pemikiran ku selama ini.
Akhir film ini ditutup dengan sebuah tarian antara Rosyid dan Delia. Dan mereka menjawab tentang menyikapi kehidupan di dunia ini .

Rabu, 02 Maret 2011

Bodoh Tapi Pintar

Ada sesuatu yang menarik, ketika surfing di internet alih-alih ingin menambah wawasan dengan membaca artikel-artikel dari para senior pendidikan, pakar pendidikan, pengalaman siswa dan guru dari berbagai daerah dan berbagai macam berita dari berita politik, kriminal sampai infotainment (maklum saya tidak ingin diklaim sebagai ‘orang kuper’).
 
Sampai pada akhirnya saya terenyuh dengan artikel Jack Febrian, seorang dosen dan praktisi Teknologi Informasi di Bandung yang menuliskan tentang orang bodoh yang ternyata adalah orang pintar yang sesungguhya. Aneh? Bingung? Lucu? Itulah kesan saya ketika membaca artikel itu. Kira-kira anda termasuk kategori yang mana ya? Coba kita telaah beberapa statemen ringan dari artikel tersebut:
 
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
 
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
 
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
 
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
 
Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH) oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
 
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
 
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
 
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
 
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
 
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
 
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
 
education corner ..